18.12.11

Setelah 6 tahun

Tadi malam aku bermimpi tentang seorang pria tua.
Pria yang aku kenal sebagai *****.
Tetapi secara fisik dia tidak seperti ketika aku mengenalnya,
Tubuhnya terlihat menggemuk, menua, tetapi dia kuat dan bahagia.

Aku sangat senang dia hadir.
Lebih dari 6 tahun dia tak mengunjungiku.
Tak apa jika dia tak mau aku melihatnya seperti sedia kala.
Waktu itu memang salahku. Dan aku memang belum bisa keluar dari lubang yang sama.

Kalau tak salah, aku berperan jadi guru menggambar.
Aku bertugas menilai beberapa gambar anak-anak yang sudah dikumpulkan.
Gambarnya berwarna-warni, ada anak yang mewarnai dengan rapih,
Dan ada juga yang acakadut keluar garis tak beraturan
Ya, khas anak-anak.

Aku memilih gambar yang rapih, tertata dan tidak keluar garis
Dibandingkan dengan gambar yang garisnya lebih ekspresif.
Lalu dia menghampiriku sembari ikut menilai gambar-gambar tersebut
Dia bilang,

Tidak masalah mereka menggambar rapih atau tidak
Kamu harus bisa melihat apa yang mereka gambar
Apa yang mereka pikirkan dan yang ingin mereka utarakan.
Lihat gambar ini (dia menunjuk gambar yang garisnya kemana-mana),
bayangkan bagaimana bisa dia berimajinasi seperti itu.

Ketika itu aku merasa mendapatkan nasihat
Dan seketika merasa rindu akan sosoknya.
Aku langsung menyadari ketika aku masih bermimpi, bahwa dialah sosok itu, yang telah lama hilang dan kini dia kembali mengunjungiku.
Kalaupun bisa seketika itu juga aku ingin menangis, tetapi ternyata bukan seperti itu akhir mimpiku.

Aku dalam posisi ingin memasuki pintu kelas, dan dia berjalan menjauh di sebuah selasar.
Lalu dia berbalik pandang ke arahku, sambil tersenyum.
Bukan tersenyum mengasihi, tapi seperti tersenyum dengan pandangan kuat seolah ingin berkata
'belajar dan semakin mengertilah'
Dia kembali berjalan menjauh. Dengan baju putih-putih.
Dan tulang punggungnya seperti berkelok.
Dia menua,
Menua.



Mimpi di malam 18 Des 11
Aku meyakini bahwa yang kumimpikan adalah *****.



# 48

Boleh kulihat jam tanganmu?
Ternyata sudah jam 1 malam
Waktu kita tidak banyak, sungguh
Jam 1.15 aku harus berlayar
Sedangkan jam 3 kamu bersiap untuk terbang memutari matahari
Lalu kita bertemu lagi jam 6 pagi untuk sekedar sarapan bersama
Jam 9 aku ada janji dengan seorang mata-mata.
Dan jam 12 siang ketika cahaya tepat diatas kepala, kita akan berpisah selamanya

3.12.11

Punggung

Ternyata memang, tidak ada yang lebih menakutkan
dari pada kehilangan kepercayaan pada diri sendiri.
Dan perasaan ini melebihi rasa tidak percayamu pada orang lain.

Kenapa?

Karena kamu melakukan sesuatu yang paling kamu takuti.
Sehingga kamu makin ketakutan,
toh dirimu bisa saja melakukan hal tersebut,
kenapa orang lain tidak?

Sekarang, beritahu aku
Kemana lagi kamu akan bersembunyi?



1.12.11

rewolf

December 1st, 2011 § Leave a Comment

malam ini adalah malam terakhir di awal bulan desember.

(home, desember 2011)

Serigala.. Serigala..
Lindungilah langkahnya.
Karena hujan di bulan Desember datang lebih awal.
Jangan biarkan dia membasahi tubuhnya selain air yang berasal dari embun.
Jauhkan dia dari kesepian malam.
Antarkan dia pada terang di hari berikutnya.
Doaku yang terbata, semoga bisa kau terima.

Terimakasih han.
Untuk 2 buah Desember yang..


30.11.11

# 47

Good times for a change
See, the luck I've had
Can make a good man
Turn bad

So please please please
Let me, let me, let me
Let me get what I want
This time

Haven't had a dream in a long time
See, the life I've had
Can make a good man bad

So for once in my life
Let me get what I want
Lord knows, it would be the first time
Lord knows, it would be the first time


#np. The Smiths
Please,please,please let me
get what i want

20.11.11

# 46

Pembenaran dengan nada minor.
Kau berharap mendapatkan perhatian setelah menekan tuts hitam?

25.10.11

# 45

Auratmu berceceran
di lantai, di baju, di depan mimbar, di mulut hitam
Emas tanpa karat kau sebar ke kecipuk ikan yang kelaparan
Angkat tanganmu
Rasakan angin dan basah ludah di tubuhmu
Hisap kembali lendir-lendir yang kau tanam.


Mbak, mbak,
Auratmu..
Berceceran tuh.

24.10.11

Seharusnya aku seperti itu

Kalau saja aku bisa merebut jabatan dari sang ketua

Menjarah kertas dan pena dari pria beristri

Memupurkan bedak setebal si magnet

Membuat boneka-boneka bergerak seperti ahli listrik

Membunyikan suara indah seperti sore di surau

Menggabungkannya menjadi satu

Menjadi manusia yang sempurna

Seperti yang raja bilang padaku

Bahwa seharusnya seseorang seperti itu.

Tersinggung seiring pecahan piring

Ada seorang ibu yang tidak pernah menikah
Tidak pernah punya anak
Tidak pernah hamil
Tidak pernah dicium
Tidak pernah dipeluk
Tidak pernah keluar dapur.


Harinya hanya sebesar 3x3 meter
Kepulan asap terlihat dari matanya
Api dari kompor itulah yang menghangatkan
Dan lemari es kosong yang menyejukan


Temanmu adalah suara pecahan piring yang tergelincir
Panci yang kau banting
Suara panggangan yang tersendat
Bulir nasi kering yang rontok dari cidukannya

3.8.11

# 44

Dibalik itu semua
kita adalah seseorang yang tak ternama


Taksaka
21.3.11