Pada suatu pagi, saya dan teman berlomba untuk membuat puisi ,tulisan atau apa sajalah semampunya. Tetapi awal kata di tiap bait ditentukan oleh lawan. Pandai-pandai kita saja bagaimana melanjutkannya agar tiap bait tetap ada benang merahnya. Ini dia hasilnya! Haha..
Dita:
kambing congek!
dimana-mana hanya ada mereka
orang tuli yang hanya bisa mengutuk
orang kekuarangan yang hanya bisa melebih-lebihkan
stoking dianggap celana
kartu nama dikira kartu kredit
bekerja dikira berselingkuh
masuk hotel dikira making love
otot ku kejang bersama mereka
urat ku putus karena mereka
aku mulai termakan!
aku mulai dimakan!
ditanya kepada siapa kekacauan ini?
disalahkan kepada siapa penyakit ini?
teman:janin berkembangdaging terbelahkan, dibagi..bersama dengan parasit tersayangteringinkankah?buah mangga membesarkacang tanah menjadi biji salaktas berlipat-lipatmengisi sebuah kehadiranmerebus sebuah kekhawatiranmenggoreng sebuah harapanmengendalikan segala keinginankutu air dielus-elusanjing diolesi kalpanaxakankah dunia ini berbalik mengisi harapan indahku*(saya ngga berhenti ketawa baca tulisan ini. hihihi!!! lucu)
dita:
serutan berkarat
menumpulkan jiwaku
menghabiskan waktuku
merugikan jasadku
cah jamur yang masam
kulahap hingga habis
menyayat tenggorokanku
meracuni lambungku
ketekku berbau
tapi aku tak peduli lagi
aku berlari menghadap mereka
agar mereka mengenal
menilai sesukanya!
bau jempolku terhisap dalam-dalam
aku menyukainya! kenapa mereka tidak?
akan kupaksa mereka menerimaku.
akan kutumpulkan mereka.
teman:(ups dia menyerah sebelum dikasih soal)dita:
laris manis..
itulah dia
banting harga..
itulah aku
metromini tak menjemputku
padahal sudah kulambaikan sapu tangan biru
mobil sedan menghampirinya
padahal dia tidak menginginkannya
Barcelona FC kutonton dari tivi
aku menyerah saja..
kubuka wig ku
kuhapus make up ku
kutil!
aku seperti pengintil!
aku ingin seperti dia
aku mengikuti dia
lampu neonku berkedip
tagihan belum kubayar.
sial, apa lagi ini..
pasti dia sedang di disko.
6.9.8