15.5.10

helmond

kepala tujuh dan kepala delapan
lilin yang ditiup lalu menyilangkan
mempertemukan jari kepada yang berucap
amin? apakah itu katamu dengan hati?
beribu detik di ruang bisu
bahkan air mendidih sungkan untuk menjerang

hanya ada jantung..
ya, itu yang akan kuingat.
jantungku adalah jantungmu di depan meja makan.




(Dear mr&mrs Jacobi)

23

Satu garis panjang
Di kiri cahaya di kanan lautan
Penuh titik jengkal yang saling terumpat
Kita melompat
Di garismu di garisku di rel kereta
di kabel lisrik ditali pusar
Bertabrakan penuh lisrik lalu menangis karena geli
Titik agak ketengah dimana aku berjalan
Entah terseok entah berlari seperti belut yang bermain pelorotan
Tidak ada gelap terang, aku buta warna
Tapi lidahku berasa, debar.

sampai kapan?

kalian tidak tahu kapan harus berhenti


8.5.10

4.5.10

Merdeka

Karena mereka orang-orang yang kehilangan.
Berani maju di garda depan.
Tak akan takut untuk melawan.
Toh' apalagi yang harus ditakutkan?

Harta sudah dititipkan ke tuan.
Karena mereka orang-orang yang kehilangan.







teruntuk merdiko dan keluarga

prancis

Hei, lihatlah apa yang ada di cakrawalaku sekarang
Awan sedang berbisik pada savana
Badan besarnya sampai menghalangi sinar yang ingin singgah.
Haha.. lucu sekali mereka. Sinar yang terus2 menggelitik awan membuatnya berkeringat membanjiri kaca mobil yang kutumpangi.

prancis.
Perjalanan dari negeri keju kemari yang disambut gerimis.
Prancis masih malu-malu menyambutku dengan padang luas. Akan kumasuki tubuhnya hingga kutemukan udara panas, menara-menara yang angkuh, kue cokelat dan patung orang kerdil. Akan kutagih janjimu seperti yang kau suratkan padaku. Kau kan yang menyuruhku menemuimu?



2.5.2010

9.4.10

1.

Aku selalu tertawa mendengar ceritamu
Terutama pada tekanan suaramu ketika berkata
'dulu kita kan tidak saling kenal'

Kali ini kau sengaja membisikannya lagi, melanjutkan kisahnya.
Tidak hanya padaku,
Tetapi juga pada pelukan yang menyelimuti kita.
Pada sinaran yang masuk dari jendela satu-satunya.
Pada semesta di dinding kamar.

2.

'Tapi kini kau menemukanku.'

Ya, kini, bukan kemarin. Entah besok.
Sementara sebentar lagi matahari akan terbit.
Aku tak tahu kemana lagi angin akan membawamu.
Seperti serbuk sari yang menari.
Apakah kamu bahagia ketika melihatku dari ketinggian?


3.

Aku berkaca pada matamu.
Tidak terlihat ada kita.
Tapi aku yakin kamu ada.

Aku memberanikan diri menyapamu untuk yang pertama kali,
'Tahukah kau setahun lagi kau akan bersamaku ?'

7.4.10

koordinat

Banyak hal, entah itu mimpi, ketika diambang sadar-nirsadar ataupun ketika menutup mata untuk mengistirahatkan diri, munculah peran-peran berwajah asing berwajah barat berwajah tak kukenal, segerombolan wanita tua memakai baju model kuno, ataupun sekurang-kurangnya munculah lagu-lagu rakyat barat entah inggris, entah itali yang dialunkan dengan tempo cepat menggunakan akordeon atau mungkin sejenisnya.
Apa mimpi dan kawan-kawannya juga menggunakan perhitungan tempat perhitungan keberadaan perhitungan koordinat dari wilayah dimana aku berada dan sekitarnya? Entah, mungkin imajinasiku saja karena saat ini matahari akan muncul dan aku masih terjaga.

Aku ingin menyuguhkanmu satu rahasia yang cukup penting:

Bahwa tidak ada kebenaran (yang sebenar-benarnya) yang bisa terucap (atau diungkapkan) di dunia ini (dari mulutku)!

2.4.10

"Apa yang kau kehendaki dari hujan?"
Entah tentangmu. Entah tentangnya. Aku tidak peduli.


Aku mengingat laluku.
Hujan, luapan air sungai, awan yang layu.
Langit sembilu jam setengah 6 pagi.
Kuhirup dalam dalam bau tanah yang naik setinggiku.

Aku lebih bersemangat jika sekolah ketika hujan. Atau sehabis hujan. Aku rela melepaskan matahari setengah matang demi deburan air yang turun dari awan.
Lalu berlarian didalamnya. Dipantauannya. Membiarkan tubuhku terawang dengan jujurnya.

Malam ini, ditempat yang asing.
Aku tetap mengharapkan hujan.
Karena sehabisnya, bunga-bunga merah muda yang masif dan daun berwarna putih seperti sakura yang memenuhi taman akan tumbuh.
Menyambutku. Menyambutmu.
Menyambut pertemuan kita.

hangat

Air mataku menetes
Bukan, bukan karena ada yang menyakitiku
Atau jarum yang menusuk dagingku

Air mataku menetes karena..
Tangan hangat yang kau titipkan di telingaku.


2.4.2010
Cheviot Gardens