9.4.10

1.

Aku selalu tertawa mendengar ceritamu
Terutama pada tekanan suaramu ketika berkata
'dulu kita kan tidak saling kenal'

Kali ini kau sengaja membisikannya lagi, melanjutkan kisahnya.
Tidak hanya padaku,
Tetapi juga pada pelukan yang menyelimuti kita.
Pada sinaran yang masuk dari jendela satu-satunya.
Pada semesta di dinding kamar.

2.

'Tapi kini kau menemukanku.'

Ya, kini, bukan kemarin. Entah besok.
Sementara sebentar lagi matahari akan terbit.
Aku tak tahu kemana lagi angin akan membawamu.
Seperti serbuk sari yang menari.
Apakah kamu bahagia ketika melihatku dari ketinggian?


3.

Aku berkaca pada matamu.
Tidak terlihat ada kita.
Tapi aku yakin kamu ada.

Aku memberanikan diri menyapamu untuk yang pertama kali,
'Tahukah kau setahun lagi kau akan bersamaku ?'

Tidak ada komentar: