16.5.10

Rumah-rumah dipinggir rel
Tingginya hanya sedadamu
Hanya aku yang bisa masuk tanpa tertunduk,kataku sombong
Kamu tertawa lepas yang khas.
Tunggu, aku lupa suara tawamu.
Sekarang tidak bisa kubayangkan lagi.

Rumah-rumah dipinggir rel
Kecil,manis dan penuh bunga di halaman
Seperti kurcaci yang terjebak di pohon rambat
Tapi nanti kamu tidur dimana ya?
Dimanapun lah, ditubuhku juga tidak apa-apa.
Lagipula kamu jauh.
Maaf aku melucutimu lagi dalam pikiran sempitku.

Rumah-rumah dipinggir rel
Mana yang paling kamu suka?
Yuk kita beli bersama,
biar kamu selalu datang ke kota ini.
Dan aku juga datang ketika aku libur kerja.
Kita habiskan waktu dihari minggu,
lalu esoknya kembali lupa.



(Kepada rumah-rumah manis
dipinggir rel kreta Koln, aachen, dussel)

Tidak ada komentar: