7.7.10

Sesak dengan Ketiadaan

Seseorang yang kukenal, tidak mempunyai impian.
Tidak bisa bermimpi. Dan hanya menjawab jalani saja yang ada.
Aku meninggalkannya karena itu. Aku meninggalkannya karena dia tidak bisa membual. Tidak bisa memuaskanku dengan kata-kata yang ingin aku dengar.

Dia adalah rumah yang penuh sesak dengan ketiadaan. Hingga dia tidak mau menambahkan dirinya dengan omong kosong tentang impian harapan dan perandaian.

Dia adalah rumah yang penuh sesak dengan ketidakpercayaan. Hingga dia berhati-hati agar tidak terluka terlalu dalam dengan nafas-nafas imaji yang nihil.

Dia adalah rumah yang sempat kutinggali dan sekarang kutinggalkan. Aku meninggalkannya secara mendadak dan berlari dengan mimpi-mimpiku.
Mimpi yang menculikku darinya.

.....

Sekarang aku tahu kenapa dia tidak bisa bermimpi.
Karena mimpilah yang merebut segalanya dari tangannya.
Mengkosongkan rumahnya.

Tidak ada komentar: