1.6.10

marah

Baiklah, kita ikuti permainanmu.
Sudah berkali-kali kamu menjebakku pada jalan buntu di kanal-kanal kotor.
Merejam pundakku dengan serapah batu dan kiblat palsu.
Menyiksa langkah sepetak lantai aspal.
Mata yang melucuti. Bulu dada yang bermekaran. Mulut yang basah. Otak yang basi.
Jalanan tua yang kempis. Gumpalan debu. Sayatan pilox. Lipatan amis.
Coba aku sebisamu!


IT
31-1
5/6
10

Tidak ada komentar: